Sabtu, 13 Oktober 2012

proposal pembuatan warung bakso



A. LATAR BELAKANG
Setiap orang pasti ingin menjadi Bos di bisnis atau usaha-nya sendiri. Hanya orang-orang yang berpikiran sempit-lah yang seumur hidup ingin menjadi orang gajian. 
Banyak sekali jalan menuju kesuksesan, salah satu diantaranya dengan membuat sebuah cikal-bakal bisnis yang diharapkan mampu mengembangkan daya kreativitas dan inovasi. Hal ini sangat membutuhkan keberanian yang luar biasa. Hanya orang bernyali besar-lah yang mampu meng-gelontorkan sejumlah dana demi sebuah harapan yang belum pasti. 
Bisnis adalah sebuah pembelajaran, dimana dibutuhkan analisa yang sangat dalam tentang prospek dan kelayakan dalam usaha itu. Oleh karena itu, bisnis itu harus dimulai sejak dini sehingga kita memiliki banyak waktu untuk dapat berpikir dan mengolah otak demi kesuksesan usaha tersebut.
Peluang usaha di depan mata, tidak ada salahnya kalau kita memulai sekarang. Inilah yang melatarbelakangi berdirinya sebuah tempat makan berbasis one stop for bakso.

B. NAMA USAHA
Usaha yang akan dirintis berupa tempat makan dengan nama usaha “ BAKSO SUKHOI “ menu utama Bakso, dan segala hal yang berhubungannya dengannya. Detail-nya masih sedang dibicarakan lebih lanjut. Disamping menu-menu pendukung seperti; minuman saribuah, makanan ringan, dll. Inovasi akan terus berlanjut seiring dengan perkembangan jaman. Dan itu PASTI !
C. TEMPAT USAHA
Setelah melalui beberapa tahap pencarian, tempat yang memungkinkan dimulainya usaha adalah Ru-Ko di kawasan Pasar Ciamis Jawa Barat. Daerah ini dinilai cukup strategis karena berada di keramaian tempat orang melaksanakan kegiatan jual beli.

D. WAKTU OPERASIONAL
Waktu operasional tempat makan ini direncanakan mulai pukul 9.00 hingga pukul 21.00. Waktu dapat berubah-ubah dan disesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar.

E. ANGGARAN DANA
Rencana anggaran dana yang akan digunakan lebih kurang sejumlah Rp 24.000.000,- dengan perincian sebaga berikut :
1.      Pengeluaran bulan pertama
o   Sewa tempat (minimal 6 bln)                          Rp 9.000.000,
o   Meja & Kursi
(6 pasang @ Rp 250.000,- )                            Rp 1.500.000,
o   Kipas Angin
( 6 buah @ Rp 150.000,-)                               Rp 900.000,-
o   Etalase besar                                                   Rp1.000.000,-
o   Etalase kecil                                                    Rp 700.000,-
o   Modal Awal Bahan Makanan
( 1 bln @ Rp 200,000/hari )                            Rp 6.000.000,
o   Karyawan
( 2 orang @ Rp 250.000,- /bln)                       Rp 500.000,
o   Spanduk, Brosur, dll                                       Rp 700.000,-
o   Mangkok, piring, sendok, dll                          Rp 500.000,
o   Peralatan memasak                                          Rp 500.000,-
o   Operasional listrik, air,
o   Telepon (1 bln)                                                Rp 700.000,-
o   Biaya tidak terduga                                        Rp 2.000.000,-
jumlah                                                            Rp24.000.000

F. KERJASAMA INVESTOR
Mengingat potensial market yang ditawarkan pada proposal ini cukup menarik, kami ingin menawarkan beberapa tawaran kerjasama bagi para investor. Adapun bentuk kerjasama-nya antara lain :
Investor Tunggal à ingin meng-investasikan sejumlah dana sesuai dengan seluruh kebutuhan dari usaha ini. Dan akan bagi hasil sejumlah 100% dari omzet per bulan setelah dikurangi biaya operasional termasuk pelaksana usaha ini. Ketentuan ini dapat berubah sewaktu-waktu dan dibicarakan dengan jalan kekeluargaan.
Investor Berbagi  ingin meng-investasikan sejumlah dana yang merupakan sebagian dari seluruh dana yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini. Bagi hasil yang diterima akan dipersentase-kan dengan investor lain setelah dikurangi biaya operasional termasuk pelaksana usaha ini. Ketentuan ini dapat berubah sewaktu-waktu dan dibicarkan dengan jalan kekeluargaan.
Donatur investasi sosial tanpa mengharapkan bagi hasil. Prinsip yang digunakan dalam usaha ini adalah persentase proporsional terhadap dana yang ditanamkan demi keberlangsungan usaha ini. Pelaksana operasional memiliki persentase sejumlah xx % dari omzet bulanan (akan dibahas secara kekeluargaan). Dan akan berubah seiring perkembangan waktu dan kondisi, seperti; terjadi loss/rugi di bulan-bulan awal, terjadi BEP, penambahan biaya operasional, dan lain sebagainya.
Perjanjian kerjasama ini bersifat mengikat dan dapat berubah setelah melalui pembicaraan secara kekeluargaan.

G. PENUTUP
Demikainlah proposal ini disampaikan, agar dapat menjadi bahan pertimbangan semua pihak untuk dapat menginvestasikan/memberikan modal usaha dengan itikad dan menjunjung tinggi kejujuran dan saling mempercayai sehingga terwujudlah suatu cita-cita yang luhur. Dan semoga ALLAH SWT meridhoi usaha kita.... Amiiin….


proposal lapang futsal



I.         DASAR PEMIKIRAN
Lapangan futsal mulai menjamur di kota-kota besar Indonesia. Selain berpotensi menjaring bakat baru, juga menjadi lahan bisnis yang cukup menjanjikan. Istilah futsal diambil dari bahasa Spanyol dan Portugis, kata “FUTbol atau FUTebol” yang berarti “sepak bola”; dan dari bahasa Perancis atau Spanyol, kata “SALon atau SALa” yang artinya “dalam ruangan”. Jadi futsal sama dengan sepak bola dalam ruangan. Permainan ini berasal dari Montevideo, Uruguay.
Waktu itu, sekitar tahun 1930, Juan Carlos Ceriani menyelenggarakan kompetisi sepak bola untuk kalangan remaja. Hanya saja jumlahnya terbatas, masing-masing tim terdiri dari 5 pemain (termasuk penjaga gawang). Tempatnya pun di lapangan basket yang beralaskan partikel kayu, bukan rumput seperti sepak bola pada umumnya. Dari sinilah, futsal terus menggelinding dengan cepat ke berbagai negara. Brasil merupakan satu-satunya negara yang paling banyak memenangkan kejuaraan futsal. Sepanjang 1965-1979, dari tujuh kali kejuaraan, Brasil enam kali menyabet South American Cup. Tidak hanya itu, tahun 1980 dan 1984 mereka juga menggondol Pan American Cup. Masih belum puas juga, Brasil menjuarai Futsal World Champion (FWC) tahun 1982, 1985, 1989 dan 1992. Tapi baru pada 1989, futsalmenjadi agenda FIFA dan rutin dilaksanakan tiap 4 tahun sekali. Terakhir, FWC diadakan di Taipei tahun 2004. Saat itu, Brasil harus merelakan piala direnggut oleh Spanyol. “Futsal sendiri masuk ke Indonesia sejak 2002. Kala itu, menggandeng McDonald’s sebagai sponsor. Hanya dalam hitungan bulan, tepatnya Oktober 2002, Indonesia dipilih menjadi tuan rumah kejuaranfutsal tingkat ASEAN,” jelas Patilatu, Direktur Umum Badan Futsal Nasional (BFN). BFN adalah salah satu badan PSSI yang dibentuk untuk mengurusi futsal. Mulai dari event, liga, hingga pengembangan prestasi. Sementara PSSI mengurusi tingkat internasional.
Di tingkat internasional, timnas futsal Indonesia mulai ikut kejuaraan Asia di Makau dan babak pra-kualifikasi FWC 2004 di Taipei. Sedang di Olimpiade di Athena lalu, futsal masih menjadi pertandingan exhibition. Dengan wajah berseri, pria yang biasa disapa Are ini menambahkan, di Sea Games Thailand bulan Desember nanti, futsal sudah menjadi cabang olahraga yang memperebutkan medali. Di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia, mini soccer atau sepak bola di lapangan berukuran kecil pun sering disebut futsal. Sebagian besar lapangan futsal di negeri kita pun menggunakan rumput sintetis (artificial grass). Padahal, menurut aturan FIFA, lapangan futsal seharusnya beralaskan karpet, karet atau partikel kayu. Itu sebabnya, BFN memakai karpet untuk penyelenggaraan liga. Perbedaan lainnya terletak pada ukuran lapangan. Panjang lapangan futsal nasional berkisar antara 25m-42m dan lebarnya 15m-25m; sementara untuk pertandingan internasional panjangnya 38m-42m dengan lebar 18m-22m. Di beberapa futsal center, ukuran lapangannya cuma disesuaikan dengan luas lahan yang ada.
Futsal pun menggunakan bola, sepatu, dan peraturan yang berbeda dengan sepak bola. Tapi gaya bermain futsal sering masih mengikuti gaya sepak bola pada umumnya. Akibatnya, pelanggaran sepertitackle atau body charge acap ditemukan. Mungkin, penggunaan rumput sintetis ini ditujukan untuk mengakomodasi gaya sepak bola konvensional yang dianut para pemain futsal kita. Asal tahu saja, Ronaldinho, pemain asal Brasil yang saat ini memperkuat klub Barcelona, tadinya juga pemain futsalsebelum dia terjun ke sepak bola profesional. Futsalskill mengolah bola dan rotasi posisi dengan cepat di area yang sempit.
Pertumbuhan bisnis futsal di Indonesia sangat signifikan, kalau boleh dibilang ruarr biasa. Bukan cuma di Jakarta. Di Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan, Palembang, Makassar, dan kota-kota besar lain, lapangan futsal bermekaran laksana puspa di musim semi. Futsal menjadi jawaban atas sempitnya lahan bermain di daerah perkotaan. Saat ini, banyak lahan kosong dan lapangan olahraga lain yang berubah wajah menjadi lapangan futsal.
Lapangan itu tidak hanya dimiliki oleh Pemda melalui gedung-gedung olahraga (GOR), tapi makin hari makin banyak pula pengusaha yang mencoba terjun ke bisnis ini. Gurihnya bisnis futsal juga dirasakan oleh PT Premium Interindo (PI), penyedia perlengkapan futsal. Ordernya datang dari Jakarta, Palembang dan juga Makassar. Menurut Tony S. Tanuwidjojo, Business Unit Manager PI, investasi untuk satu lapangan futsal dengan kualitas material dari Eropa sekitar Rp 250 juta. Angka ini belum termasuk biaya untuk konstruksi dan fasilitas pendukung seperti kafe,shower, toilet dan locker. Kualitas lapangan sangat ditentukan oleh jenis rumput sintetisnya. Rumput sintetis menyedot biaya sebesar 70%, kemudian 20% untuk tali dan gawang serta 10% untuk biaya pemasangan dan lainnya. Merek rumput sintetis seperti Domo dari Belgia dan Fieldturf dari Perancis bisa awet hingga 5 tahun lebih untuk penggunaan lapangan yang rutin. Rupanya bukan cuma produk elektronik dan motor yang diserbu oleh produk China. Rumput sintetis pun ikut diinvasi. Parksform adalah salah satu merek asal China yang cukup banyak digunakan. Perbedaan produk Eropa dengan China terletak pada kualitas yarn (benang) dan UV Stabilizer-nya. Tony berpendapat, produk China hanya mampu bertahan sekitar 2-3 tahun.
Menyadari persaingan bisnis sangat ketat, selain menjadi showroom perlengkapan futsal, PI juga menawarkan servis tambahan berupa pemasangan dan konsultasi sebagai added value. Klien yang ingin berinvestasi di bisnis indoor soccer akan diberikan konsultasi. Mulai dari persiapan konstruksi, pemasangan jaring, rumput sintetis, pemeliharaaan sampai memperkenalkan mereka ke Coaching Clinic untuk pembukaan kelas pelatihan. “Dasar-dasar manajemen untuk bisnis ini juga kami konsultasikan, sehingga klien yang mulanya belum ada gambaran, akan mendapatkan proyeksi income dan ROI (return on investment) yang lebih jelas. Semuanya kami buat dalam simulasi komputer,“ papar Tony bersemangat.
Biaya lain seperti jaring lapangan (netting) berkisar Rp 20-25 juta, sedang sepasang gawang harganya Rp 3 juta. Jadi total investasi untuk sebuah lapangan diperkirakan sekitar Rp 500 juta. Beberapa pengusaha di bisnis ini tidak bersedia menyebutkan total nilai investasinya. Tapi mereka tidak menolak ketika disodorkan angka 1,5-2 miliar untuk membangun sebuah futsal center dengan kapasitas tiga lapangan. Menurut Ardy, setiap futsal center sebaiknya memiliki minimal tiga lapangan agar lebih optimal. “Untuk tiga lapangan saja, baru bisa break even point setelah dua tahun”.
“Tetapkan sasaran, tetapkan setinggi mungkin, makin tinggi makin baik, bicarakan tiap hari, bicarakan kesetiap orang, bicarakan dalam do’a….. Pantang bicara tidak mungkin, pantang bicara tidak mampu, pantang bicara kalah… Yakinlah, pasti bisa….
Berawal dari kata-kata bijak diataslah dan hobi kami akan olahraga khususnya futsal. Semakin ramainya masyarakat berolahraga khususnya futsal dan semakin antusiasnya masyarakat khususnya masyarakat Kota Cilegon akan olahraga futsal. Maka timbulah ide untuk menjadi menyedia fasilitas olahraga khususnya futsal di Desa Salem. Melihat dari pengalaman kami untuk main futsal di Desa Salem sangatlah susah untuk mendapatkan jadwal main. Karena hanya ada 2 lapangan futsal yang tersedia di Desa Salem. Sampai-sampai kami waiting list sampai satu minggu (harus booking seminggu sebelumnya). Melihat peluang tersebutlah ide tersebut muncul, akan tetapi adanya keterbatasan dana pula kami tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya semangat dan kerjakeraslah yang kami miliki….
II. PERSIAPAN-PERSIAPAN
Persiapan-persiapan yang harus dilakukan sebelum menjalankan usaha adalah:                      
1.      Tentukan nama usaha.
2.      Tentukan lokasi tempat usaha.
3.      Tentukan target pelanggan.
4.      Tentukan keunggulannya.
5.      Tentukan anggaran yang diperlukan.
6.      Tentukan harga penyewaannya.
7.      Persiapkan semua hal yang di perlukan.

III.   NAMA USAHA.
Usaha yang di kembangkan bernama “Salem Futsal” dengan badan usaha yang berbentuk CV yang di daftarkan ke notaris sehingga memiliki badan hukum yang tetap.
 IV. RENCANA LOKASI USAHA. 
Rencana lokasi yang akan kita pakai adalah tempat yang sangat strategis, yaitu berada di jalan raya Salem - Bentar dengan status beli. Lokasi dapat di akses dengan mudah dari berbagai desa. Luas area rencana lokasi adalah 800M2 yang akan kita bangun dengan fasilitas 1 unit bangunan gedung utama. Adapun 1 unit bangunan yang akan kita bangun luasnya sekitar 600 M2 (20m x 30m).
V. TARGET PELANGGAN. 
Target pelanggan “Salem Futsal” adalah perusahaan/perkantoran yang ada di desa Salem dan dinas yang ada di PEMDA desa Salem. Selain itu juga target pelanggan dari “Salem Futsal” adalah para pelajar yang ada di desa Salem. Promosi yang akan kita lakukan adalah dengan menyebarkan brosur-brosur ke setiap perusahaan dan sekolah-sekolah sehingga “Salem Futsal” dapat dengan cepat di kenal di lingkungan perusahaan/perkantoran dan sekolah-sekolah. Selain itu juga, “Salem Futsal” akan mengadaka program Tournament/Kompetisi antar perusahaan atau pelajar setiap 6 bulan atau setiap tahunnya.
VI. KEUNGGULAN “SALEM FUTSAL” 
Disini “Salem Fusal” memiliki beberapa keunggulan antara lain :
  1. Lokasi yang sangat strategis sehingga mudah di jangkau.
  2. Fasilitas yang kita sediakan sudah cukup memadai.
  3. Pemilihan qualitas rumput sintetis tidak kalah dengan rumput sintetis .
  4. “Salem Futsal” menyediakkan 1 lapangan yang beroprasi 13 jam per hari (dari jam 9.00 s/d 22.00).
  5. “Salem Futsal” menyediakan PS (Play Station) untuk team yang menunggu giliran bermain. 
VII. ESTIMASI MODAL AWAL. 
Estimasi modal awal yang kita butuhkan untuk pendirian futsal center yang berupa  lapangan fusal “Salem Futsal” adalah sebagi berikut :
1. Perizinan                                                                         Rp.      2.000.000,-
2. Pembuatan badan usaha                                                 Rp.      5.000.000,-
3. Biaya pembuatan 1 unit Lapangan (14M x 26M)            Rp.   140.000.000,-
4. Beli lahan kosong 800M2 (800×500.000,-)                     Rp.  400.000.000,-
5. Pembangunan gedung utama dan lahan parkir          Rp.  400.000.000,-
6. Penambahan fasilitas         (lihat lampiran)                Rp.    25.000.000,
Total Modal awalnya adalah                                   Rp  972.000.000,-
Terbilang       #Sembilan ratus Tujuh puluh Dua  juta rupiah# 
Keterangan :
Biaya pembuatan lapangan adalah untuk 1 unit sudah termasuk biaya rumput sintetis, gawang, jaring gawang, pasir sillica, butiran karet dan jaring keliling lapangan beserta baiaya pasangnya.
Biaya penambahan fasilitas adalah penyediaan bola futsal 3pcs, rompi pemain 36pcs, lighting sebanyak 8pcs, penyediaan loker, penyediaan tempat duduk, penyediaan meja penjaga, penyediaan PS+TV dan promosi (pembuatan brosur). 
VIII. ESTIMASI KEUNTUNGAN
a.      Pengeluaran rutin per bulannya
Pengeluaran rutin per bulannya adalah sebagai berikut :
1.      Gaji pegawai 3 orang @Rp. 1.200.000,-                    Rp. 3.600.000,
2.      Tagihan listrik per bulan (daya 3000 watt)                 Rp.   2.000.000,-
3.      Maintenance& lain-lain                                               Rp.  1.400.000,
Total pengeluaran rutin per bulannya adalah     Rp.  7.000.000,-
Terbilang :      #Tujuh juta rupiah#
Keterangan :
Biaya gaji pegawai untuk 3 orang tersebut sudah termasuk pegawai kebersihan dan pegawai ADM. Untuk tagihan listrik dengan daya 3000 watt bisa lebih juga, tergantung pemaikian dan itu akan disesuaikan dengan actual pembayarannya. Biaya maintenance & lain-lain, itu untuk jaga-jaga bilamana nanti ada pungli dari aparat. Baik aparat kepolisian maupun aparat TNI. 
b.      Ilustrasi Pemasukan kotor
Ilustrasi Pemasukan kotor dengan asumsi per jam Rp. 200.000,- yang akan didapatkan adalah
1.      Estimasi pemasukan per hari asumsi terjual 8 jam Rp.  1.600.000,
2.      Estimasi pemasukan kotor per bulan                        Rp. 48.000.000,
Jumlah                                                                    Rp. 49.600.000,
Terbilang :      #Empatpuluh Delapan  juta rupiah#

c.       Estimasi Pemasukan bersih
Estimasi Pemasukan bersih dengan asumsi per jam Rp. 200.000,- yang akan didapatkan adalah :
1.      Estimasi pemasukan bersih per bulan (A)-(B)       Rp. 41.000.000,-
Terbilang :      #Empat puluh Satu juta rupiah#
IX. ILUSTRASI BAGI HASIL
Prosentase bagi hasil yang kita tawarkan adalah 60% untuk pemodal dan 40% untuk pengelola.
Berikut perhitungan nilai dari pemasukan bersih per bulannya :
1.      Untuk Pemodal :               Rp. 41.000.000,- x 60%  = Rp. 24.600.000

Terbilang :      #Duapuluh Empat juta Enamratus ribu rupiah#
BEP : Rp. 972.000.000 = 39 bln (Tigapuluh Sembilan Bulan).
2.      Untuk Pengelola :               Rp. 41.000.000,- x 40%  = Rp. 16.400.000,

Terbilang :      #Enambelas juta empatratus ribu rupiah# 
Keterangan :
Nilai pemasukan akan disesuaikan dengan keadaan. Semakin banyak yang menyewa, akan semakin banyak pula pemasukannya.
Pemodal adalah seseorang atau beberapa orang atau lembaga yang memberikan modal kepada pengelola.
Pengelola adalah seseorang atau beberapa orang pencetus yang berkewajiban mengelola usaha ini. Tugas pengelola adalah melaksanakan pekerjaan menejerial. Pekerjaan manejerial yaitu pekerjaan membuat rancangan strategi perusahaan dan mengatur pekerjaan karyawan.
Karyawan adalah seseorang atau beberapa orang yang berkewajiban melaksanakan pekerjaan teknis. Karyawan berhak mendapatkan gaji tetap setiap bulannya. 
Kesimpulan :
Investasi awal sejumlah Rp. 972.000.000,- (Sembilanratus Tujuhpuluh Dua juta rupiah) akan kembali setelah 39 bulan saja, sementara rumput sintetis, jaring, gawang beserta fasilitas untuk 1 lapangan masih utuh dan dapat di pergunakan untuk min. 5 tahun kedepan. Sehingga sisa waktu yang 20 bulan adalah berupa keuntungan/laba bersih pemodal Rp. 24.600.000,- x 21 bln = Rp. 516.600.000,- (Limaratus Enambelas Juta Enamratus Ribu rupiah). Tanah dan bangunan menjadi aset yang sangat menjanjikan, karena nilai tanah dan bangunan semakin lama semakin tinggi nilai jualnya. 
X. PENUTUP 
Demikainlah proposal ini disampaikan, agar dapat menjadi bahan pertimbangan semua pihak untuk dapat menginvestasikan/memberikan modal usaha dengan itikad dan menjunjung tinggi kejujuran dan saling mempercayai sehingga terwujudlah suatu cita-cita yang luhur. Dan semoga ALLAH SWT meridhoi usaha kita.... Amiiin….